ONLINE SHOPPERS: MOTOR PENGGERAK MESIN PERTUMBUHAN EKONOMI NASIONAL

 


Selamat Datang di Era Cashless Society


Saya adalah orang yang beruntung, bisa menjadi saksi perubahan tren ekonomi di Indonesia. Dulu, transaksi perbankan hanya bisa dilakukan di bank saja dengan berbekal buku tabungan, dan kegiatan ekonomi seperti jual beli, hanya bisa dilakukan secara tunai bagi yang tidak memiliki kartu kredit.

Kemudian tiba era berlakunya kartu ATM, disusul oleh kartu debit, kemudian internet dan mobile banking, e-commerce, dan sekarang tren paling mutakhir adalah dompet digital, di mana sistem pembayaran dilakukan dengan menggunakan QR code.

Sistem pembayaran nontunai telah menjadi tren ekonomi baru di Indonesia. Sebuah perusahaan riset melakukan survey untuk mempelajari era Cashless Society ini. Hasil riset menampilkan ada tiga motivasi dan karakter pengguna sistem pembayaran nontunai.

Persentase tertinggi menyatakan bahwa dengan menggunakan sistem pembayaran nontunai, mereka merasa yakin, aman, dan nyaman. Memang benar demikian adanya, karena saya telah menjadi bagian dari Cashless Society ini. Spesialisasi saya adalah transaksi digital di e-commerce *hehe*


sumber: mediaindonesia.com


Transaksi Digital Mendorong Laju Pertumbuhan Ekonomi

Saya telah menjadi online shopper yang aktif jauh sebelum masa pandemi. Pertumbuhan marketplace di Indonesia yang semakin marak dengan berbagai penawarannya, membuat saya betah membeli kebutuhan barang hanya di toko online saja.

Ternyata, e-commerce ini menyumbang peran yang cukup besar dalam tren ekonomi digital sekarang ini. Deputi Gubernur Bank Indonesia Sugeng, menyampaikan bahwa e-commerce masih mencatat pertumbuhan volume yang tinggi, terutama dalam situasi pandemi saat ini, seperti yang dilansir oleh Bisnis.com.

Pernyataannya tersebut didukung oleh data yang dipaparkan Principal Economist Payment System Policy Department Bank Indonesia, Agus Bayu Purwoko. Menurutnya penyebab meningkatnya nilai transaksi di e-commerce adalah faktor berikut: mobile customer : 338,2 juta orang, pengguna internet: 175,4 juta orang, pengguna aktif media sosial: 160 juta orang (Dikutip dari Bisnis.com).

Sekarang ini telah terjadi perubahan perilaku pada masyarakat dalam melakukan kegiatan ekonomi. Era new normal mendorong masyarakat beralih ke aktivitas digital. Hal ini berdampak pada tren belanja online yang meroket.

Dalam sebuah kesempatan, Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia Destry Damayanti mengatakan bahwa kondisi ekonomi di masa pandemi ini, memberikan ruang bagi transaksi digital sebagai mesin pertumbuhan baru dalam menciptakan peluang baru (Dikutip dari Bisnis.com).

Benarkah demikian? Mari kita lihat data dari Bank Indonesia berikut ini:


sumber: www.bi.go.id

Melihat data-data di atas, apa yang dikatakan Bu Destry terbukti benar. Transaksi digital telah menyumbang porsi cukup besar sebagai mesin pertumbuhan baru di kancah perekonomian nasional. Salah satu cabangnya adalah kita lho, Online Shoppers.

Berbanggalah, ternyata kita juga bisa berperan, dalam mendorong laju pertumbuhan ekonomi. Online Shoppers seperti kita, telah menjadi motor penggerak mesin pertumbuhan baru bagi ekonomi nasional. Lanjutkan!


Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS)

Masyarakat yang sudah menjadi bagian dari Cashless Society tentu sudah tidak asing dengan istilah QR code, dan juga sudah merasakan manfaatnya. Masalahnya, di awal kemunculan sistem pembayaran ini, merchant dibuat repot karena harus menangani QR code dari beberapa penyelenggara jasa sistem pembayaran yang berbeda.

Bank Indonesia selaku penetap dan pelaksana kebijakan moneter, tanggap dengan kondisi ini. Untuk mengantisipasi ketidakefisienan itu, Bank Indonesia meluncurkan QRIS. QRIS digunakan sebagai standarisasi pembayaran yang bertujuan mempermudah, mempercepat, dan tetap terjaga keamanannya.

QRIS diluncurkan pada tanggal 17 Agustus 2019, tepat pada saat perayaan Hari Kemerdekaan RI ke 74.

Teman-teman yang belum menggunakan QRIS barangkali ingin tahu apa keuntungan menggunakan QRIS, silakan simak infografis di bawah ini:

 

Note: Untuk mengetahui lebih lengkap mengenai QRIS, silakan klik di sini

Implementasi QRIS secara nasional dimulai efektif pada tanggal 1 Januari 2020 lalu. Sampai akhir tahun 2020, QRIS sudah digunakan oleh 5,8 juta merchant. Badan usaha mikro dan kecil menempati persentase terbesar sebagai pengguna (85%).

Sudah setahun ternyata ya, gimana nih member Cashless Society? ada keluhan kah? Semoga tidak ada ya, saya sendiri so far belum pernah mengalami kendala.

Untuk transaksi langsung, pembayaran menggunakan QRIS sangat sesuai dilakukan pada masa pandemi ini, karena mengurangi risiko sentuhan antara pembeli dan penjual. Juga menghilangkan kekhawatiran bakal terjadi penularan melalui uang kertas.

Bagaimana dengan kita, Online Shoppers? Jangan khawatir, beberapa marketplace sudah menerapkan metode pembayaran dengan QRIS. Proses pembayaran hanya butuh beberapa detik saja, pesanan bakal diproses lebih cepat, otomatis barang akan diterima lebih cepat juga. Asyik kan.

Tren digitalisasi ini diprediksi akan terus berkembang pesat. Bank Indonesia berkomitmen mendorong pembentukan ekosistem ekonomi dan keuangan digital yang inklusif dan efisien, sehingga berdampak positif pada pemulihan ekonomi nasional.

Usaha apa yang dilakukan Bank Indonesia untuk mendukung tujuan tersebut? Simak poin-poin berikut ini:
  • Menerapkan strategi pencapaian 12 juta merchant QRIS.
  • Mengembangkan fitur QRIS untuk transfer, tarik, dan setor.
  • Menetapkan Merchant Discount Rate Uang Elektronik (MDR UE) chip based yang akan berlaku efektif tanggal 1 Maret 2021.
  • Implementasi Blueprint Sistem Pembayaran Indonesia 2025.
Good luck, Bank Indonesia!


sumber: akun Instagram @bank_indonesia


Just Scan and Pay

Demikianlah sedikit pengetahuan tentang tren ekonomi baru, yaitu transaksi digital. Untuk Teman-teman yang belum beralih ke sistem pembayaran nontunai, dengan menggunakan QRIS, coba deh aktifkan.

Sekali coba, pasti ketagihan. Soalnya sepraktis itu kalau pakai QRIS, kita nggak perlu repot-repot bawa uang tunai. Kalau mau membayar apa pun tinggal sodorin ponsel. Just scan and pay, sesimpel itu. Dengan catatan, saldonya cukup. *hehe*

Kemudian, saya ingin ingatkan lagi, dengan melakukan transaksi digital, kita juga turut berperan menjadi motor penggerak pertumbuhan ekonomi. Hal tersebut berdampak positif bagi percepatan pemulihan ekonomi nasional, lho.

Baiklah, rasanya lengkap sudah sharing saya kali ini. Semoga mencerahkan ya, Teman-teman. Sampai jumpa di topik sharing yang lain.



Love,

14 Comments

  1. Baguus dan mudah dimengerti tulisannya 👍

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ah, syukurlah kalau begitu hihihi... tantangan meramu tema serius jadi tulisan yg ringan. Makasih Bu Ayu udah mampir

      Hapus
  2. Wah selamat ya Kak, semoga bisa terpilih menjadi salah satu pemenang. Amin Ya Allah...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aamiin yaa Rabbalalaamiin. Terima kasih doanya, terima kasih juga udah mampir 🙏

      Hapus
  3. Cashless memang lebih nyaman ya. Nggak ribet dan jauh lebih aman. apalagi pas masa pandemi begini.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Betul praktis apalagi udah ada QRIS itu.

      Hapus
  4. "Dengan catatan, saldonya cukup" wkwkwk.. makasih banyak, ibuu.. buat sharingnya, singit birminfiit sikili. ;)

    BalasHapus
    Balasan
    1. yaiya dong hihihi... makasih ya udah mampir

      Hapus
  5. Apalagi sekarang lebih aman kalau transaksi dibuat contactless, makanya online commerce semakin booming. Jujur aja sekarang saya udah jarang belanja di supermarket, karena mayoritas kebutuhan dibeli secara online. Pandemi memaksa masyarakat memasuki era digital lebih cepat dari yang diperkirakan sebelumnya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya betul ini, kalau saya masih sih sekali-sekali ke supermarket, sekalian cuci mata 😁 kalau udah bosen banget di rumah

      Hapus
  6. Pantesan lolos finalis, tulisannya keren. Lengkap. Bismillah, menaaaaang. 😍

    BalasHapus
    Balasan
    1. alhamdulillah dipuji Bu Nia, aamiin ya Allah, dengarkan doa Bu Nia 😁🙏

      Hapus
  7. Sebelum pandemi akupun udh sering belanja online mba. Dan masalah pembayaran, aku udh lama ga pegang cash. LBH suka bayar segala sesuatu itu secara online ato dr ewallet . Cash buatku merepotkan.

    Setelah pandemi apalagiiii hahahhaa. Jgn harap aku mau megang cash kalo blm Disteril :D. Jd pembayaran online ttp aku utamain. Dan belanja online udh utk stiap barang skr. Kalo dulu belanja bulanan aku msh mau DTG ke supermarket. Skr ga deh. Mnding online juga :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya sekarang udah banyak juga ya yg jual sayuran dan kebutuhan pokok lain via online. Emang risih banget sekarang kalau ke pasar misalnya, tapi kasian juga sih pedagang2 tradisional kalau gak ada pembelinya. Dilemanya di situ ya.

      Hapus