Gara-gara baca tulisan Fahmi, travel blogger pemilik akun twitter @catperfahmi ini, hasrat traveling ke luar negeri membara kembali. Jujur saja, saya sempat kena virus idealis, sebelum traveling ke luar negeri, kenapa nggak puas-puasin dulu traveling di dalam negeri. Tapi, kalau dipikir-pikir apa yang dibilang Fahmi lewat tulisannya itu ada benarnya juga. Indonesia kan luas banget, ada 17.000 pulau, yakali kalau mau dijelajahi semua bakal ngabisin berapa tahun? Mengingat umur sudah nggak muda lagi, ya turunin lah kadar idealisnya, kalau nggak gitu mungkin saya nggak akan punya kesempatan traveling ke luar negeri.
Tampilkan postingan dengan label travel. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label travel. Tampilkan semua postingan
Saat kepala lagi ngebul dan jiwa berasa hampa gara-gara
dipush mikirin ide dan mewujudkannya jadi satu naskah di sebuah workshop,
kemudian ada tawaran jalan-jalan itu… berasa lagi laper kemudian ada lontong
cap gomeh lengkap di depan mata *abaikan perumpamaannya, karena yang nulis lagi
ngidam lontong cap gomeh*.
Dan ketika hari H tiba, semangat banget bela-belain berangkat
langsung dari Serang tanpa transit Bintaro dulu seperti biasanya, kemudian bisa
sampe meeting point tanpa telat itu bahagia banget.
Berangkaaat!
Tanggal 12 Desember 2017 lalu
saya seperti dapet durian enak—kalo runtuh nggak mau, bisa benjol—nikmat banget
diajak jalan-jalan lagi bareng Indocement.
Kali ini tujuan kami ke Kompleks Pabrik Palimanan, Cirebon.
Jadi, jam lima teng! Saya udah
sibuk nyari gocar dan sempet direjek sekali. Duh, sempet panik tapi berusaha
tenang. Akhirnya dapet lah satu gocar
dengan driver yang baik banget, dan kami pun meluncur menuju Stasiun
Gambir. Ya ampun jalanan Jakarta kalau
subuh-subuh gitu lengang ya, nggak sampe tiga puluh menit saya sudah sampe di
Gambir. Yes, lagi-lagi saya yang pertama
datang😁.
Keluarga besar saya -- sebetulnya nggak besar-besar amat juga. Saya tiga bersaudara, ditambah pasangan masing-masing, plus anak-anak total 11 orang, satu menantu, dan ibu saya yang sudah berusia 77 tahun -- punya tradisi piknik bareng minimal satu kali dalam setahun. Sesekali seru-seruan bareng sambil ngasuh ibu plus cucu-cucunya itu aktivitas yang menyenangkan.
![]() |
| sumber : semarang.kotamini.com |
Salah satu tempat wisata di Semarang yang tidak boleh
dilewatkan adalah Tugu Muda yang terletak di Jalan Pandanaran. Tidak hanya
memiliki bentuk unik, sejarah dibangunnya tugu dan kelezatan wisata kuliner di
sekitar kawasan ini menarik untuk dikunjungi.
SEJARAH
Tugu Muda di Semarang dibangun untuk mengenang
pertempuran lima hari yang pernah terjadi di kota ini. Sebelumnya Badan
Koordinasi Pemuda Indonesia ingin membangun tugu ini di dekat alun-alun, namun
pembangunannya terhambat karena perang melawan Sekutu meletus pada November
1945. Proyek pun terbengkalai karena semua pihak sedang fokus mempertahankan
kemerdekaan.
Baru kemudian pada tahun 1951 pembangunan tugu ini
dilanjutkan oleh Walikota Semarang, Hadi Soebeno Sosro Wedoyo. Namun lokasinya
dipindah, tak lagi di dekat alun-alun, melainkan di lokasi perang lima hari
terjadi, yaitu di pertemuan Jl Imam Bonjol, Jl Dr Soetomo, Jl Pandanaran, Jl
Pemuda dan Lawang Sewu.
Dua tahun dibangun dengan rancangan dari Salim yang
berkolaborasi dengan seniman Hendro yang membuat reliefnya, akhirnya Tugu Muda
diresmikan oleh Presiden RI pertama, Ir Soekarno.
![]() |
| sumber : hellosemarang.com |
LOKASI STRATEGIS
Tempat dibangunnya Tugu Muda ini sangat strategis, karena
berada di tengah kota. Tak jauh dari Tugu Muda, ada beberapa bangunan penting di Semarang seperti Lawang Sewu, Gedung
Pandanaran, Rumah Dinas Gubernur Jawa Tengah, Museum Mandala Bhakti dan Gereja
Katredal Semarang. Kawasan ini juga tidak jauh dari kawasan Simpang Lima yang
bisa kamu tempuh dari Jl Pandanaran.
LIMA RELIEF
Di Tugu Muda terdapat lima buah relief yang menggambarkan
beberapa hal sekaligus. Selain sebagai tanda bahwa di sana pernah ada
pertempuran lima hari, jumlah relief ini juga sebagai lambang Pancasila yang
terdiri dari 5 sila.
Relief-relief ini dipahat dengan indah oleh seniman Hendro,
yang menggambarkan Hongerodeem, Pertempuran, Penyerangan, Korban dan relief
kemenangan. Semuanya bisa kamu lihat dengan jelas hingga saat ini, karena
keindahan Tugu Muda dijaga dengan baik oleh pemerintah setempat.
![]() |
| sumber : travel.tribunnews.com |
WISATA KULINER
Mulai siang sampai malam hari, kawasan di sekitar Tugu Muda
selalu ramai dipenuhi pengunjung dan penjual berbagai macam makanan. Berbagai kuliner tradisional dengan
gerobak sederhana biasa mangkal di sini, dan menjadi jujugan wisata kuliner
tidak hanya bagi masyarakat setempat tapi juga untuk wisatawan yang liburan ke
sana.
Kawasan Tugu Muda juga selalu ramai sebagai tempat nongkrong
kaum muda Semarang. Dengan hamparan rumput yang bersih dan tertata rapi,
kawasan sekitar Tugu Muda memang sempurna untuk menghabiskan sore dan malam
hari di Kota Semarang.
TAMAN AIR MANCUR
Alasan lain untuk berkunjung ke Tugu Muda Semarang adalah
adanya taman dan air mancur yang rutin menyala setiap hari. Tamannya asri,
dengan berbagai macam pepohonan dan rumput yang ditata cantik.
Sementara anak-anak biasanya menunggu air mancurnya dinyalakan. Dan ketika
malam menjelang, air mancur ini nampak semakin indah dengan lampu warna-warni
yang menghiasinya.
![]() |
| sumber : visitjateng.id |
LAWANG SEWU
Jarak Tugu Muda ke Lawang Sewu hanyalah selemparan batu.
Jika jalan-jalan kesini, kamu bisa sekaligus mampir
ke Lawang Sewu dan menjelajahi bangunan bersejarah ini.
Setahun belakangan, Lawang Sewu berbenah menjadi tempat
wisata di Semarang yang tak lagi menyeramkan. Sekarang pun sudah tak
diperbolehkan untuk membuat acara misteri di Lawang Sewu, sehingga bangunannya
sudah tak lagi terasa spooky. Lebih
cantik dan menarik buat dikunjungi.
Kalau kamu sedang berwisata di Semarang, jangan lupa mampir
Tugu Muda ya…
Love,
Tanggal 17 Agustus ini hari Kamis ya? tanggal merah kan? kalau hari Jumatnya diambil cuti sehari bisa long week-end-an nih. Tapi, kemana long wiken tengah bulan begitu? 😁
Nggak usah jauh-jauh deh. Minggu kemaren saya week-end di Grand Zuri Hotel BSD City. Lokasinya enak banget buat mager-mageran *hehe*, walau terhitung masih di tengah kota, tapi jauh dari suasana hectic. Suasananya tenang, tapi deket ke mana-mana. Mall sekitaran situ banyak. Tempat wisata juga ada. Asyik lah pokoknya.
Dan biasanya, bulan Agustus begini kan lagi rame-ramenya menyambut dan merayakan HUT RI, begitu juga dengan Grand Zuri Hotel. Mereka punya program-program yang asyik juga untuk memanjakan tamu-tamunya.
Minggu kemaren itu, saya diajak seseruan bareng komunitas sepeda onthel di kawasan Tangerang. Mereka sengaja diundang Grand Zuri Hotel untuk memeriahkan kegiatan HUT RI ala Grand Zuri Hotel. Kita start dari lobby hotel jam tujuh teng! yaiya dong harus tepat waktu. Mencontoh para pahlawan kita kan. Coba kalau mereka nggak disiplin soal waktu, mau menyerang markas musuh subuh-subuh eh taunya ngaret jadi siang, ya keburu pada bangun dong kompeninya.
Eish jadi ngelantur. Rombongan sepeda onthel kami beriringan menuju ke Taman Kota (masih berlokasi di kawasan BSD City), kemudian kembali ke Grand Zuri Hotel.
![]() |
| Pagi-pagi cuci mata pake sepeda onthel. Badan sehat pikiran pun seger lagi. |
![]() |
| Sampai kembali ke lokasi hotel, rombongan disambut langsung oleh Pak Anton, GM yang ramah. |
Tapi tahu nggak, kalau sepeda onthel ini bisa dibilang saksi bisu sejarah kemerdekaan bangsa ini. Why? mari simak cuplikan sejarah sepeda onthel ini yuk.
`
![]() |
| dokumentasi milik Grand Zuri Hotel |
Jelas kan sekarang. Tapi benda bersejarah ini sudah jarang dimiliki, karena tergerus oleh teknologi kendaraan yang semakin canggih. Jaman saya masih kecil sih, masih lumayan sering lihat sepeda onthel ini. Kakek saya juga punya. Sekarang ya udah jarang, karena perannya sudah terganti oleh sepeda motor. Kalau di Jakarta paling di kawasan Kota Tua ya, masih banyak. Makanya, seneng banget kemaren itu bisa "abring-abringan" bersama komunitas sepeda onthel. Jadi ngayal deh, duduk manis di boncengan sambil tertunduk malu-malu. Aih...
![]() |
| Bapak Anton, GM Grand Zuri Hotel memberikan kenang-kenangan kepada COOPERST, komunitas sepeda onthel Tangerang dan sekitarnya |
Setelah seremoni selesai, kami dipersilakan untuk sarapan pagi bersama. Menunya makanan khas Indonesia, nasi putih, tumisan kacang panjang, sate ayam, ayam bumbu kecap, mie goreng plus teh dan kopi hangat. Eh jus buah juga ada... tak lupa dessert berupa rebus-rebusan: ubi, kacang, pisang. Komplit pokoknya.
Dan setelah sarapan, kejutan masih menunggu. Saya dan teman-teman undangan acara Agustusan ini *haha* diajak naik ke lantai tiga. Kami dikawal oleh Mbak Dhini, marcom-nya Grand Zuri Hotel BSD City dan Pak Dimas, F&B Manager. Kami diarahkan ke ruang terbuka dengan pemandangan gedung-gedung tinggi di sekitaran.
Di sana terletak tiga meja tinggi dan wowowow... di atas ketiga meja telah terhidang berbagai makanan yang mengundang selera. Rupanya kami diajak ke sini, sengaja diminta mencicipi menu khusus yang akan hadir sepanjang bulan Agustus ini.
Makanan yang disajikan adalah makanan khas peninggalan dari masa kolonial *hehe* coba aja lihat foto-foto makanan yang saya ambil.
Familiar kan sama jenis-jenis makanan di atas? Siapa coba yang nggak tahu lapis legit? Jaman Noni-Noni Belanda pesta-pesta minum teh mereka bilangnya spekkoek. Ada klappertaart, poofertjes si kue cubit ala Oma-Oma Holland, frikadel alias perkedel kentang yang dicampur cincangan daging, ada kroket juga, adonan kentang yang diisi sayuran.
Ini kalau Eyang-eyang dan Mami-mami kita diajak menikmati kenangan jadul lewat makanan-makanan itu pasti seneng banget deh. Nah, semua makanan jadul penuh memori itu bisa dinikmati dengan harga muali dari 35K sampai dengan 54K sudah ++ lho ya. Makannya sambil ditemenin kopi tubruk dan jus merdeka, beverages yang disiapkan oleh Grand Zuri Hotel. Kalau boleh usul sih musik pengiringnya keroncong dong, biar suasananya tambah mantap.
Pokoknya cocok deh staycation sekalian Agustusan di hotel ini. Interior bangunannya aja udah dapet kan ala-ala Eropa gitu, terus menu makanan juga back to the past. Dapet banget deh suasana jaman kemerdekaannya. Dan kamu bisa dapet harga menarik lho selama tanggal 17-20 Agustus 2017 ini. Tertarik? langsung aja hubungi kontak Grand Zuri Hotel BSD City di bawah ini:
GRAND ZURI HOTEL BSD CITY
Jl. Pahlawan Seribu Kavling Ocean Walk Blok CBD Lot 6
BSD City, Serpong, Tangerang Selatan, Banten
Telepon: (021) 29404955
Love,
Halo Sobat Aviasi...
Ish gaya banget sih sapaannya. Iya dong, ini sapaan untuk teman-teman yang biasa bepergian menggunakan transportasi udara, malah Direktorat Jenderal Perhubungan Udara (DJPU) udah membuat komunitasnya, yang diberi nama #SobatAviasi, saya sih udah join, teman-teman join juga dong ya.
Sejak maskapai penerbangan yang terkenal dengan jargonnya "Now everyone can fly" beroperasi dengan harga tiketnya yang murce merice, naik pesawat (terbang) bukan haknya horang kayah lagi. Sekarang siapa pun bisa menggunakan transportasi udara asal mampu beli tiketnya. Transportasi udara sekarang udah menjadi kebutuhan, terutama bagi orang-orang yang berkecimpung dalam bisnis yang dinamis, artinya butuh bepergian dari satu wilayah ke wilayah lain.
Dan! sekarang ini kan udah deket sama libur Lebaran juga, pasti lah banyak juga orang yang mudik menggunakan pesawat terbang. Sebab apa? mungkin kampung halamannya jika ditempuh dengan jalan darat, terlalu jauh dan memakan waktu yang cukup lama. Belum lagi macetnya. Kalau naik pesawat kan tinggal duduk... swiiiiing... sejam dua jam udah sampai deh di kampung halaman. Enak tho?
Tetapi... supaya perjalanan mudik selamat, aman dan nyaman perlu usaha juga, segala sesuatunya harus dipersiapkan dengan matang supaya mudik bisa SELAMANYA. Lho kok selamanya? kan harus balik lagi ke kota tempat tinggal, masa selamanya di kampung halaman. Eish bukan begitu maksudnya, SELAMANYA itu adalah jargon yang dikeluarkan oleh DJPU untuk perjalanan melalui udara, yaitu tadi selamat, aman dan nyaman disingkat menjadi selamanya.
Kira-kira usaha apa sih yang harus dilakukan #SobatAviasi supaya perjalanan mudik jadi selamanya. Mari simak tips-tips berikut ini:
TIKET
Belilah tiket jauh-jauh hari sebelum tanggal keberangkatan karena harganya lebih murah. Selain itu, karena sekarang pengguna transportasi udara cukup tinggi maka ketersediaan tiket juga perlu dipertimbangkan, kalau terlalu mepet nanti malah kehabisan tiket. Lagipula sekarang kan beli tiket nggak ribet, bisa dilakukan via online.
Yang perlu diperhatikan pada saat pembelian online adalah waktu keberangkatan penerbangan, nama bandara yang terdekat dengan kampung halaman, dan nama yang didaftarkan harus sesuai dengan kartu identitas.
BARANG BAWAAN
Ada tips packing dari DJPU yaitu, bawalah baju sesuai kebutuhan, jangan sesuai keinginan. Dampaknya adalah berat cargo. Bawaan yang lain seperti oleh-oleh berupa makanan atau yang lainnya, dikemas dengan rapi dan hindari membawa barang-barang yang dilarang dibawa masuk bagasi dan kabin pesawat. Ah hari gini mah orang-orang di kampung nggak terlalu ngarep dikasih oleh-oleh berupa makanan atau apa, lebih bermanfaat kalau ngasih cash aja kan *heuheu*.
Oiya satu lagi tips dari DJPU, gunakan koper atau tas traveling dengan motif dan warna mencolok. Gunanya supaya mudah dikenali. Ya kali nunggu di conveyor belt itu lamaaa... belum lagi kalau yang ngalir koper hitam, biru tua, cokelat terus rebutan sama orang lain karena warna koper yang seragam.
JAGA KESEHATAN
Iya dong kalau mau naik pesawat terbang badan harus fit, untuk menghindari mabuk udara. Makan dan minumlah secukupnya sebelum perjalanan, tapi hindari makanan yang mengandung asam, minyak dan lemak dengan kadar tinggi karena bisa memicu rasa mual.
ETIKA DI BANDARA
Pernah dengar kan berita viral tentang seorang pejabat yang marah-marah di bandara gara-gara ketinggalan pesawat? Makanya perhatikan waktu keberangkatan pesawat, kemudian perhitungkan waktu tempuh ke bandara dan batas waktu check-in.
Kemudian serius ketika melewati gerbang pemeriksaan. Jangan becanda yang nggak jelas, apalagi ngajak becanda mas-mas dan mbak-mbak petugasnya. Salah-salah kena pentung stick detectornya itu.
Dan yang paling tabu dijadiin becandaan di bandara itu adalah pura-pura bawa bom *kalo ada yang becanda kayak begini saya rasa kurang sehat secara mental*, sebab bisa kena pidan penjara lho. Masa sih? lha iya, kan ada undang-undangnya. Melanggar undang-undang berarti melanggar hukum kan.
IKUTI ATURAN DI DALAM PESAWAT
Biasakan untuk mematikan ponsel sejak dari ruang tunggu, sesaat akan memasuki pesawat. Kalau penasaran pengen selfie-selfian di pesawat pastikan ponsel dalam mode airflight. Pokoknya saat lepas landas dan mendarat benda-benda elektronik yang dibawa seperti ponsel dan laptop harap dimatikan.
Walau Sobat Aviasi sudah sering melakukan perjalanan udara, sebaiknya tetap memperhatikan penjelasan prosedur keselamatan yang diperagakan pramugari dan periksa apakah ada safety instruction card di kursi anda. Selalu persiapkan diri untuk kondisi darurat yang tak terduga.
Jangan lupa berdoa, supaya diberi perlindungan dan terhindar dari musibah, perjalanan mudik insya Allah lancar, selamat sampai tujuan dan selamat terbang kembali dalam perjalanan pulang.
Oke,Sobat Aviasi kalau sekiranya butuh keterangan atau informasi soal perjalanan dan penggunaan transportasi udara, follow media sosial Direktorat Jenderal Perhubungan Udara:
Facebook : Direktorat Jenderal Perhubungan Udara _ Kemenhub RI
Instagram : @djpu151
Twitter : @djpu151
Love,
Orang bilang sih, kalau menetapkan "Bucket List" itu semacam ambisius. Bucket List biasanya diartikan sebagai list "The things I want to do before I die", semacam itulah. Tapi, apa salahnya punya mimpi? selama nggak merugikan orang lain ya sah-sah aja, kalau menurut hemat saya sih. Namun demikian, manusia kan hanya bisa merencanakan, yang punya kehendak untuk menjadikan ya tetap Yang Mahakaya dan Mahakuasa, ya toh?
"The world is a book and those who do not travel read only one page"
(Augustine of Hippo)
Jujur aja, traveling dalam pengertian liburan itu masih jadi barang mewah buat saya. Sebabnya kalau mau hitung-hitungan, biaya traveling yang harus disiapkan (kalau mau semua keangkut lho ya: bapak + ibu + empat anak) bakal nyamain uang pangkal PTN Negeri favorit, itu pun dengan destinasi masih di dalam pulau, kalau ke luar pulau budgetnya bisa sama dengan harga seekor sapi. Dengan demikian, kebutuhan traveling buat keluarga saya itu levelnya masih tersier.
"Ke Magelang, yuk!"
"Mau ke mana emang?"
"Borobudur..."
"Jyaaaaah..."
Kalau mau ngajak saya jalan-jalan ke Magelang jangan ajak ke Borobudur dong, bosen deh kayaknya. Dari jaman masih pake popok udah ke situ. Jaman balita ke situ juga. Jaman remaja nekat piknik-piknikan bareng geng ke sana juga. Dua tahun lalu baru ke sana. Bukannya nggak kangen sama arca-arca warisan nenek moyang itu, tapi ada tempat-tempat lain yang pengen saya kunjungi kalau ke Magelang. Apa aja? yuk simak pengakuan saya di bawah ini ^ - ^
Suami saya, a.k.a PKK, a.k.a Pak Kunkun itu enam bersaudara. Masing-masing sudah beranak-pinak dengan jumlah nyaris seragam: 3 - 4 anak, kecuali si pangais bungsu, anaknya baru dua (baru ya... hehehe...). Yes, kami memang keluarga besar.
Jarang sekali kami bisa berkumpul dengan formasi lengkap, selain Idul Fitri. Disamping tinggal kami yang berjauhan, juga kesibukan masing-masing keluarga yang cukup sulit diseragamkan. Saat kami berkumpul Lebaran kemarin, tercetus rencana menghabiskan liburan akhir tahun bersama-sama. Tujuan kami adalah daerah puncak. Adik ipar merekomendasikan satu tempat yang (katanya) cocok untuk liburan keluarga.
Piknik yang Tak Terlupakan
Ngomong-ngomong soal piknik, saya teringat pengalaman
beberapa tahun lalu. Waktu itu Keyaan, anak bungsu saya masih baby. Umurnya
masih 6 bulan. Pada suatu waktu, Baby Key rewel banget.
Padahal nggak ada demam, gigi tumbuh, atau gangguan perut
yang biasanya menjadi penyebab bayi rewel.
Baby Key tidur dengan nyenyak, makan
nggak masalah, BAB-nya juga lancar. Kalau bangun nggak bisa anteng. Digendong
nangis, diajak main juga nangis. Pokoknya serba salah. Tapi kalau diajak
jalan-jalan keluar rumah, biar cuma keliling komplek aja, Baby Key anteng.
ABOUT ME

I could look back at my life and get a good story out of it. It's a picture of somebody trying to figure things out.
POPULAR POSTS
Categories
- My Work 11
- beauty 12
- books 14
- health 11
- review produk 16
Formulir Kontak



































