Sudah tiga setengah bulan pandemi ini bercokol di Indonesia. Akibatnya, nyaris semua aspek yang mendukung kehidupan pun goyah. Di antaranya, aspek ekonomi. Hampir semua bentuk usaha dilumpuhkan oleh situasi pandemi ini.
Bersyukur, masyarakat Indonesia ini spirit gotong-royongnya tidak pernah hilang. Masyarakat dan instansi-instansi sigap membentuk kantong donasi. Tujuannya untuk membantu kelompok masyarakat yang terdampak langsung oleh Covid-19.
Suatu hari saya nonton serial televisi S.W.A.T -- u yeah, saya memang penggemar film pria-pria berseragam dan bersenjata dengan aksi heroiknya membasmi kebatilan 😍 -- di mana salah satu adegannya bikin saya termenung.
Adegan itu menggambarkan percakapan Deacon, member pasukan SWAT, yang memberikan nasihat kepada sipir penjara yang sedang ketakutan dan stres, karena terpaksa membunuh seorang narapidana. Saat itu kondisi penjara chaos, narapidana-narapidana berontak dan berhasil menguasai penjara. Nasihat Deacon itu kok ngena juga buat saya.
Puluhan pelaku UMKM mengikuti pelatihan manajemen ritel modern yang digelar PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (pengelola Alfamart dan Alfamidi) di Stock Point SSP Alfamart Cabang Serang, Ciriu, Kota Cilegon, Selasa 24 April 2018.
Branch Manager Alfamart Serang, Ikwan Ngabdi Raharjo menyampaikan, pelatihan yang melibatkan pelaku UMKM ini digelar secara rutin setiap tahun dan di setiap wilayah yang memiliki jaringan toko Alfamart. Sambungnya lagi, tujuan dari pelatihan ini mengajak para UMKM untuk memahami manajemen ritel modern. Ritel tradisional dan ritel modern sudah saatnya tumbuh berdampingan. Keduanya harus bersinergi.
Keyaan, 8 tahun, kelas 2 SD,
memang begitu kalau ngenalin Keyaan harus lengkap. Keyaan ini lagi seneng banget main
Bulutangkis, juga penggemar susu coklat. Khususnya MILO, yang juga bisa menuhin
kebutuhan energinya untuk Keyaan beraktivitas.
Musik adalah salah satu supporter buat saya dalam menjalani hidup di dunia fana ini. Walau nggak seberat cinta saya pada buku dan maskara, tanpa
musik hidup ini terasa hampa. Apalagi jika hidup terasa berat, tapi mati juga masih ogah dan rasanya hari-hari beraaat banget sama berton-ton penyebab galau dan mellow. Maka, musik adalah penenang jiwa yang gundah... *disamping semangkok mie instan kuah yang pedas*