Jakarta…
Hujan
masih rapat membungkus malam. Guruh
sesekali menggeram di kejauhan. Jam
digital di meja menunjukkan angka 23:45.
Menjelang
tengah malam dan Kin belum sedetik pun terlelap. Matanya masih enggan dipejamkan. Perempuan itu sedang gelisah. Kin bangkit
meninggalkan kehangatan ranjangnya. Ia
duduk di ceruk jendela. Sinar matanya redup
menatap galur-galur bening di kaca jendela.