:: ISTANA KEDUA ::
Entah apa yang membuat
Asma Nadia mengangkat tema poligami pada novel terbarunya ini. Mungkin saja novel ini adalah ekspresi
kegelisahan hatinya dengan santernya pemberitaan tentang poligami yang semakin marak dan
terang-terangan selama setahun kebelakang.
Uniknya melalui novel
ini Asma Nadia mencoba bersikap adil. Lewat
jendela Istana Kedua ia “memandang” poligami dari tiga sisi tokoh utamanya sekaligus. Arini, isteri pertama yang menjadi “korban”, Pras
si suami, dan Mei Rose si pihak ketiga. Penggambaran karakter ketiga tokoh
sentral ini seimbang, sehingga tidak ada kesan berpihak. Asma seakan mempersilakan pembaca untuk
menilai dan memutuskan kepada siapa akan berpihak.




