Akhir tahun kemarin saya memutuskan untuk mengakhiri masa hiatus. Saya berniat comeback ke kancah penulisan buku. Tapi, apa yang terjadi? Naskah yang saya tulis pertama kali untuk picture book gagal. Tulisan saya terasa kering. Saya aja merasa, apalagi Editor yang berinsting tajam, otomatis naskah saya ditolak. Pedih kakak...
Saya membaca ulang tulisan-tulisan lama. Cerpen dewasa, remaja, resensi buku, novel untuk anak-anak, draft-draft yang belum sempat saya selesaikan... dan setelahnya saya dibuat merenung sembari membatin, kok bisa ya saya menulis seperti itu, feel-nya terasa. Beda dengan sekarang, mau memulai nulis aja saya sudah merasa terbebani duluan. Belum nulis aja sudah nggak happy di awal. Ini kah yang membuat saya kehilangan rasa dalam tulisan?